Membuat Toko Online Gratis Selamanya: Cara Mulai dan Tantangannya


Membuat toko online gratis selamanya merupakan sebuah misi yang ditetapkan oleh CEO tokopedia, Wiliam Tanuwijaya. Melanjutkan tulisan yang lalu tentang bikin toko online, saya ingin berbagi ide dengan teman-teman tentang membuat bisnis seperti tokopedia dan situs semisal.

Berkaca dari susahnya mendapatkan kepercayaan dari para investor untuk mengembangkan sebuah aplikasi jual beli yang dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat Indonesia, tokopedia berusaha untuk tetap memberikan akses gratis untuk user mereka yang semakin bertambah.

Bagi pebisnis yang sudah melek teknologi pastilah penggunaan channel marketing online sudah banyak digunakan. Dengan menggunakan media sosial pribadi pun kita sudah bisa membuat toko online. Kalau membaca tulisan cara membuat toko online gratis di facebook, yang dibutuhkan hanya sebuah fan page dimana fitur toko tersebut berada. Kalau untuk akun pribadi fitur ini tidak saya temukan.

Percobaan saya dengan menggunakan fitur toko di fan page untuk menjual buku tidak sesukses perjalanan “bisnis” saya di tokopedia.

Toko online gratis dengan domain sendiri memang belum bisa diberikan oleh tokopedia. Jika tokopedia bisa memberikan fitur custom domain untuk para seller tentu saja hal ini akan membuat betah pengguna yang berjualan di tokopedia. Alasannya mudah saja. Seller yang umumnya minim pengetahuan tentang develop sebuah toko online beserta asset-aset pentingnya masih sangat jarang.

Tapi pastinya web online shop gratis tokopedia akan memungut bayaran untuk fitur tersebut. Dari pengalaman saya melakukan custom domain untuk blogspot dan juga blog wordpress, proses untuk membuat custom domain sebuah alamat situs membutuhkan proses yang sangat detail. Mengganti url yang digunakan untuk jualan pastinya mempengaruhi alamat-alamat pada asset website agar dapat beroperasi seperti sebelumnya.

Coba saja saat membuat toko online gratis dengan blogspot.  Saat kita mengubah sub domain blogspot ke custom domain kita pasti akan kehilangan fitur secure socket layer yang gratis. Berubahnya alamat website dari namablog.blogspot.com menjadi namablog.com membuat isi dalam dari website tersebut harus disesuaikan. Jika tidak disesuaikan (dalam arti mendapatkan sertifikat keamanan lain) maka secara otomatis browser modern akan memberikan peringatan kepada pengunjung kalau ada link yang tidak aman di dalam website yang dikunjungi.

Jika browser sudah menyatakan tidak aman, calon pembeli yang mengunjungi situs pasti tidak akan bertransaksi dengan kita. Sertifikat keamanan ini ternyata bermacam-macam juga jenisnya. Untuk blog biasanya sertifikat keamanan hanya berupa validitas domain, fitur keamanan ini saya dapatkan secara otomatis saat membeli hosting di exabytes. Tapi untuk sertifikat keamanan bertransaksi biasanya jenisnya lebih tinggi lagi.

Mungkin diantara kita pernah memperhatikan di address bar browser sewaktu masuk ke laman pembayaran, di alamat khusus tersebut akan terlihat nama perusahaan dimana kita akan bertransaksi. Sertifikat jenis ini lebih aman (katanya) dan juga lebih mahal harganya (pastilah).

Kalau teman-teman mempunyai rencana untuk membuat sebuah aplikasi yang sama seperti tokopedia saya punya caranya. Hanya saja wacana yang akan saya berikan ini masih belum teruji dan masih berupa hipotesa saja. Kalau teman-teman punya skil untuk develop wordpress buat toko online gratis dan mudah untuk bersaing dengan tokopedia maupun marketplace lain bukan hanya mimpi.

Begini detailnya:

Teman-teman mungkin sudah tahu bagaimana cara membuat toko online gratis dengan wordpress. Dalam langkah-langkah membuat toko online dengan plugin woocommerce tersebut saya baru saja mengetahui kalau instalasi wordpress yang kita gunakan di shared hosting bisa digunakan untuk membuat layanan seperti wordpress.com. Fitur tersebut dikenal dengan WordPress Multi Site.

Kebayang maksud saya?

Jadi dengan wordpress multisite teman-teman bisa membuat layanan blogging seperti wordpress.com sendiri. Ini yang saya lakukan saat ini dengan paket hosting ebiz plus dari exabytes untuk blog pencaricerah.com. Dengan paket hosting tersebut saya bisa membuat website dengan menggunakan wordpress maksimal 10 website. Di seluruh website yang saya buat dengan wordpress multisite tersebut semua memiliki spesifikasi yang sama. Tapi tidak semua sumber daya saya aktifkan untuk semua website. Hanya beberapa fungsi saya gunakan untuk tujuan website tersebut.

Contohnya: di url utama atau domain primer, pencaricerah.com, karena sudah terlanjur menjadi blog maka website tersebut akan lanjut dengan tujuan pertamanya. Yaitu membagi pengalaman tentang kuliah dan juga pengalaman ngeblog selama ini. Untuk membuat toko online saya menggunakan subdomain dari domain utama dan membuat alamat baru, toko.pencaricerah.com.

Sumber daya untuk dua website tadi tentu saja berbeda sesuai dengan tujuan masing-masing yang telah saya tetapkan. Untuk toko online saya mengaktifkan plugin woocommerce dan juga plugin turunannya yang lain.

Plugin woocommerce tidak saya aktifkan di domain primer. Karena tujuan dari blog tersebut adalah untuk berbagi dan juga mendapatkan penghasilan dari adsense dan metode monetisasi lain.

Terbayang bagaimana membuat toko online gratis dengan wordpress multisite dan plugin woocommerce yang saya maksudkan? Kalau masih belum, kita diskusi saja. Jangan lupa berkomentar di tempat yang sudah saya sediakan.

Balik lagi ke topic membuat toko online gratis selamanya versi Anda sendiri.

Dengan menggunakan wordpress multisite dan woocommerce teman-teman bisa menyediakan jasa buat toko online gratis. Namun menjadikan sebuah situs untuk menjaring user dengan tujuan berbeda seperti tokopedia, menginstal woocommerce saja tidak cukup.

Dari pengalaman saya membuat toko online dengan wordpress dan woocommerce dan juga menjadi pengguna di tokopedia (baik sebagai buyer maupun seller), kita harus membuat sebuah skrip yang menentukan pengguna tersebut sebagai buyer thok atau seller thok. Dan juga bagaimana pengguna toko kita malah berstatus buyer dan seller sekaligus (jika pengguna merupakan dropshipper).

Saya sendiri mentok disini. Mungkin saya membutuhkan plugin wordpress lain lagi untuk menentukan otorisasi pengguna.

Toko online gratis yang dikembangkan oleh tokopedia dan juga marketplace lainnya sebenarnya tidak gratis seluruhnya. Kalau menurut tulisan William Tanuwijaya disini, dalam operasionalnya tokopedia melakukan subsidi silang terhadap para penggunanya. Ada dua contoh yang diberikan oleh sang CEO di blog tokopedia tersebut.

Pertama, subsidi yang diberikan kepada seller ketika buyer menggunakan kartu kredit untuk membayar produk yang dibeli. Pria lulusan Binus ini mengatakan kalau penggunaan kartu kredit untuk transaksi di tokopedia tidak disubsidi. Alasannya adalah besarnya resiko yang harus ditanggung tokopedia dan prosentase biaya MDR yang besar.

Kedua, subsidi untuk seller yang baru memulai usaha mereka melalui tokopedia. Dalam bisnis online dikenal dengan eksposure untuk brand dengan menggunakan berbagai media promosi seperti adwords, facebook ads, youtube ads dan lain sebagainya. Untuk membantu seller yang baru mulai, tokopedia melakukan subsidi silang dengan pengguna Gold Merchant untuk mensponsori tokopedia dengan fasilitas tambahan yang diberikan seperti:

  • Memberikan informasi performa toko
  • Memberikan statistik penjualan, impresi produk, dan rasio konversi
  • Gold merchant badge untuk meningkatkan trust dari buyer
  • Top ads untuk eksposure tambahan toko atau produk
  • Dapat menggunakan sampul toko
  • Dapat menggunakan video untuk presentasi produk
  • Memberikan Cashback untuk pembeli
  • Tambahan Admin untuk mengelola toko

Jujur saja saat saya mendapatkan ide untuk membuat toko online gratis selamanya dengan konsep yang baru saya temukan, tantangan-tantangan yang saya prediksi hanya pada otorisasi pengguna (seperti yang saya sebutkan diatas), investasi penggunaan plugin penghitungan biaya kirim dengan plugin.

Saya malah tidak terpikirkan ada biaya administrasi yang harus disubsidi untuk bertransaksi dengan menggunakan website toko online yang sedang saya godok. Mungkin maksudnya biaya administrasi per transaksi saat kita menggunakan mobile banking atau internet banking. Jadi ya begitulah ternyata bikin web online shop macam tokopedia ternyata masih banyak yang harus dipelajari.

Kira-kira apa lagi yang dibutuhkan jika ingin membuat toko online gratis selamanya untuk orang lain seperti yang dilakukan oleh tokopedia.com?

Iklan

One thought on “Membuat Toko Online Gratis Selamanya: Cara Mulai dan Tantangannya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s