Doanya Memiliki Rumah Malah Dikasihnya Anak Kedua (InsyaAllah), Alhamdulillah

Saya selalu berdoa kepada Allah agar bisa memiliki rumah sendiri untuk keluarga kecil saya.

Rumahnya tidak harus besar tapi cukup untuk saya, istri dan anak bisa bercengkrama didalamnya.

Adik saya yang kebetulan saat ini bekerja disalah satu bank BUMN besar juga memberikan informasi yang menjadi penyemangat saya untuk memiliki rumah. Bunga perbankan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sedang turun. Menurut adik saya ini saatnya mewujudkan mimpi tersebut.

Saya dan istri sudah menabung untuk memiliki rumah yang kami idam-idamkan. Kami pun telah mengoleksi berbagai tawaran perumahan dari berbagai developer maupun perbankan rekanan developer.

Setiap hari saya berdoa agar kami tidak harus memiliki rumah dengan cara mencicil ke Bank.

Doanya memiliki rumah malah Allah ngasih saya anak kedua (InsyaAllah). Alhamdulillah.

Saya dan istri taunya saat ini dikasih amanah lagi karena inisiatif istri untuk cek kehamilan. Sebelum mengetahui didalam rahim Allah telah menitipkan anak kedua diawali dengan kondisi psikis istri yang sesang menurun.

Istri saya selalu mengeluh kalau ia selalu sakit perut. Maag memang menjadi penyakit langganannya. Kebiasaannya mengulur-ulur kewajiban untuk mengisi perut sudah sering saya ingatkan.

Hampir seminggu lebih istri saya mengeluhkan maag yang tak kunjung sembuh hingga akhirnya di suatu pagi ketika kami tidak bekerja saya melihat ia terburu-buru ke toilet.

Padahal setahu saya kebiasaan kami sama. Waktu libur dihabiskan dengan tiduran dikasur empuk yang merupakan hadiah dari ibu mertua saya. Karena kita tidurnya bareng anak, saya pun tidak terlalu mengkhawatirkan keadaannya. Mungkin sudah tak tahan buang air kecil, pikir saya.

Setelah menyelesaikan hajatnya tiba-tiba istri saya menyerahkan alat deteksi kehamilan. Di alat tersebut saya melihat dua bar berwarna merah jambu. Sangat jelas. Beda saat anak pertama yang hanya samar-samar warnanya.

Saya pun berucap syukur kepada Allah atas karunia-Nya.

Tiba-tiba saya tidak terpikir lagi bagaimana mengumpulkan uang untuk beli rumah.

Ini jawaban dari Allah pikir saya. Memiliki rumah sendiri bisa jadi merupakan rejeki dari anak kedua ini. Siapa yang tahu? Karena rejeki anak itu pasti ada. Dulu pas anak pertama lahir istri yang baru diangkat menjadi PNS baru setahun bisa mengikuti program penyamaan gelar. Artinya rezeki nambah seiring bertambahnya gaji pokok.

Minggu lalu saya bawa istri memeriksa kandungan. Dari hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan kalau usia kandungan istri sekarang berusia 9 minggu. MasyaAllah. Kami tidak sadar betapa besar rejeki yang diberikan Allah.

Selama ini saya dan istri berpikir kalau rumah adalah segala-galanya, sekarang saya dan istri justru diberikan reseki yang sangat besar. Anak.

Tidak sedikit orang yang kesulitan memperoleh anak, sedangkan kami tanpa biaya yang besar diberikan amanah yang membahagiakan.