Hati2 Penawaran Bunga Tinggi Deposito Bank; Belajar Dari Pengalaman Mega Insurance

fraud

Saya cukup kaget membaca berita beberapa portal berita mengenai kasus pembobolan perbankan baru-baru ini. Apalagi korban dari kasus tersebut adalah perusahaan tempat saya bekerja. Pupuslah harapan untuk menerima bonus tahunan kali ini.

Deposito merupakan salah satu cara mengelola dana yang dikumpulkan perusahaan asuransi agar bisa menepati janjinya untuk memberikan santunan atas musibah yang melanda dan juga menutup biaya operasional perusahaan. Setiap premi atau kontribusi yang diterima oleh perusahaan melalui rekening resmi pasti akan dikumpulkan untuk kemudian diinvestasikan dalam bentuk deposito berjangka.

[isa_amp_and_regular_adsense]

Selain deposito, perusahaan asuransi juga menggunakan produk keuangan lain untuk mengelola premi yang telah dikumpulkan, seperti:

  • saham,
  • reksadana,
  • obligasi, dan
  • berbagai produk keuangan lainnya.

Menentukan produk keuangan yang digunakan untuk mengelola dana yang terkumpul tersebut juga memperhatikan tingkat keamanan dari produk dan perusahaan yang memberikan jasa pengelolaan.

Makanya jika seseorang bertanya-tanya darimana perusahaan asuransi umum bisa hidup dengan premi yang dibayarkan terbilang kecil, 328 ribu rupiah setahun, maka investasi dalam beberapa produk keuangan diatas adalah jawabannya.

Oleh karena itu departemen atau divisi keuangan perusahaan asuransi memiliki kriteria yang sangat ketat. Seorang pengelola keuangan perusahaan asuransi harus handal dalam menentukan tempat dimana dana akan diinvestasikan. Namun musibah tidak kenal waktu.

Berawal dari penawaran deposito dengan iming-iming bungan yang tinggi dari rata-rata bunga deposito perbankan, asuransi umum mega menjadi korban pembobolan uang nasabah oleh pegawai bank.

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan keuntungan dari bunga yang tinggi dari dana yang disimpan di bank, apalagi dengan hasil investasi tersebut berarti bisa menambahkan laba pada laporan kinerja perusahaan di waktu tertentu.

Dengan modal iming-iming janji diberikan bunga deposito yang tinggi, perusahaan kemudian menyetujui untuk mendepositkan premi di bank tersebut. Selain asuransi umum mega, ada tiga perusahaan lain yang juga diberikan janji manis yang sama: PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, dan Global Index Investindo. Total dari keempat perusahaan tersebut oknum pegawai bank telah mengumpulkan 255 milyar rupiah.

Kasus pembobolan dana nasabah bank plat merah diketahui oleh setelah terjadi kegagalan pencairan deposito sebelum jangka waktu tanggal 16 November 2016. Diceritakan salah seorang karyawan yang ditugaskan untuk melakukan pencairan deposito di bank yang telah disetorkan dana premi ternyata menemukan kalau bilyet deposito yang digunakan adalah palsu.

PT Surya Artha Nusantara (SAN) sejak bulan November 2016. Waktu itu direktur PT SAN mendapatkan informasi jika dana perusahaan yang dititipkan di kantor kas Cikeas hanya 140 milyar rupiah, padahal PT SAN telah mendepositokan dana sebesar 250 milyar.

Sisa uang 110 milyar rupiah yang tidak diketahui penempatannya baik dari bank cabang cibubur maupun PT SAN membuat perusahaan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya, tanggal 31 Januari 2017.

Bank yang dilaporkan oleh korban penipuan bilyet deposito dari oknum pegawai bank telah diperintahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk memarkirkan dana sebesar 180 milyar sembari menunggu keputusan pengadilan atas kasus penipuan tersebut.

Terkait dengan kasus penipuan oleh pegawai bank, Direktur Utama bank bersangkutan menghimbau agar calon nasabah berhati-hati saat melakukan transaksi perbankan seperti menempatkan dana deposito. “pastikan keaslian data, dokumen, dan lakukan transaksi di kantor bank,” pesan beliau.

Sumber:

  1. liputan 6
  2. detik
  3. tempo
  4. tribun news
  5. cnn indonesia