Buat Toko Online Gratis Selamanya. Beneran Ada?

Buat toko online gratis selamanya merupakan harapan dari setiap pelaku usaha yang baru mulai. Jika anda seorang pedagang yang belum membuat lapak atau toko yang bisa diakses oleh pengguna internet, semoga tulisan berjudul buat toko online gratis selamanya semoga bisa membantu.

Kenapa kita harus mempertimbangkan untuk membuat toko online?

Coba simak data pengguna internet di Indonesia yang dirilis oleh APJII berikut ini:

infografis-pengguna-internet-indonesia-2016-data-APJII

Ada 132.2 juta pengguna internet di Indonesia, artinya pangsa pasar untuk menjual produk maupun jasa Anda sangat besar dan sangat terbuka.

Teknologi yang bernama internet ini bahkan sudah menumbangkan perusahaan ritel yang besar. 7 Eleven, Matahari (pasar raya manggarai, blok m, mall taman anggrek, Lombok City), Lotus, Debenhams, GAP (Pondok Indah Mall) merupakan contoh dari telat untuk beradaptasi dengan zaman. https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3736180/ini-jajaran-ritel-yang-tutup-toko-di-indonesia

Meskipun pada link diatas disebutkan kalau penutupan toko bukan karena sepi pembeli, beberapa isu di masyarakat membantah informasi tersebut.

Dengan memanfaatkan internet kita bisa memasarkan produk baik nasional maupun internasional.

Baca: Ini yang harus dilakukan jika proses pengiriman stuck

Hanya saja saya harus membatasi pengertian gratis disini. Karena tidak ada yang benar-benar gratis untuk infrastruktur toko online Anda nantinya.

Apa saja infrastruktur yang saya maksudkan?

Domain, dan hosting.

Tidak hanya website biasa atau blog, toko online pun butuh dua infrastruktur dasar tersebut.

Apa itu domain? Pengertian domain singkatnya adalah alamat toko kita di dunia maya nantinya. Sedangkan hosting merupakan tempat Anda menyimpan semua aset toko tersebut seperti informasi stok, gambar produk (display), database pembeli dan lain-lain. Ibaratnya hosting adalah gudang dari toko online kita.

Apakah kita bisa mendapatkan dua infrastruktur ini tanpa mengeluarkan biaya atau free?

Tentu saja.

Hanya saja perusahaan atau instansi yang menawarkan domain dan hosting gratis memiliki keterbatasan baik waktu penggunaan maupun kapasitas penyimpanan.

Kedua sumber daya toko online tersebut tidak terlalu mahal biaya akuisisi dan perawatannya. Semua tergantung pada performa toko kita nanti.

Karena itu, jika anda mendapatkan penawaran membuat toko online gratis dengan domain sendiri, sebaiknya tanyakan dengan jelas kepada perusahaan atau instansi tersebut:

    • domainnya seperti apa atau
    • berapa lama domain yang diberikan bisa digunakan secara gratis, atau
  • berapa besar kapasitas hosting yang anda gunakan

Kenapa kita harus menanyakan hal-hal diatas?

Karena tidak semua orang mengetahui hal-hal teknis untuk membuka toko online. Yang penting bagi orang yang akan membuat toko online: yang penting bisa jualan secara online.

Karena itu sebuah sub domain yang diberikan oleh web host sudah dianggap sebagai domain oleh orang tersebut. Padahal teknisnya sub-domain dan domain sangat jauh berbeda. Silahkan baca beda subdomain dan domain untuk toko online Anda.

Secara ringkas saya sampaikan beda antara domain adalah alamat utama sedangkan sub domain merupakan pecahan dari domain. Ibarat punya kawasan yang besar, domain itu ibarat RW sedangkan sub domain itu RT-nya.

Contohnya jika anda membuat toko online gratis dengan blogspot. Kalau anda tidak membeli domain sendiri, maka toko anda akan menggunakan alamat blogspot (blogger.com).

Tokopedia.com akan terlihat berbeda sama sekali dengan tokopedia.blogspot.com. Meskipun alamatnya seperti sama tetapi bagi yang biasa belanja online akan tahu kalau mereka mengunjungi tokopedia.blogspot.com mereka bukan berbelanja di tokopedia aslinya.

Hal ini mengurangi kredibilitas toko online Anda. Walaupun anda niatnya benar untuk jualan.

Bukannya tidak boleh anda menggunakan pecahan domain utama tersebut, hanya saja jika calon pembeli Anda melihat tentu ia akan meragukan toko, barang dan layanan yang Anda tawarkan.

Pandangan pertama begitu menggoda kata iklan. Jadi sebaiknya Anda pikirkan dulu masak-masak menggunakan subdomain untuk toko online Anda.

Biaya beli domain untuk custom di blogger tidak terlalu mahal sekarang ini. Rata-rata harga pendaftaran domain berkisar 100 ribu sampai 500 ribu rupiah. Tergantung domain yang Anda pilih. Kalau Anda menemukan promosi sebuah domain dengan ekstensi .COM dapat ditebus seharga sepuluh ribu rupiah untuk setahun.

Silahkan cek promosinya di exabytes laman berikut.

Kalau mau instant bikin web online shop daftar di marketplace saja. Kalau dimarketplace pastinya Anda mendapat sub domain gratis dan kapasitas hosting yang besar. Belum lagi semua hal-hal teknis soal e-commerce sudah dikover oleh pengelola marketplace.

Hampir semua marketplace akan memberikan kapasitas hosting yang besar untuk Anda. Kapasitas hosting yang besar ini berguna untuk penyimpanan gambar produk, skrip untuk transaksi, penyimpanan database pelanggan dan lain sebagainya.

Kapasitas penyimpanan yang besar tersebut sudah cukup untuk toko online Anda. Minimal untuk anda yang masih awam tentang cara membuat toko online secara detail.

Saya sendiri sedang merintis usaha menjual buku penerbit dari Yogya dengan web online shop gratis tokopedia. Saya menggunakan tokopedia setelah mengetahui tempat hosting yang digunakan oleh marketplace terbesar di Indonesia tersebut.

Tidak hanya di tokopedia saya juga membuat toko online di marketplace lain seperti bukalapak dan shopee. Hanya saja performa tokopedia dibanding bukalapak dan shopee lebih baik dibanding dua marketplace lainnya.

Setidaknya sampai saat ini penjualan buku saya di toped masih lebih sering dibanding bukalapak dan shopee. Saya juga sedang mengembangkan toko online sendiri alamatnya di
toko.pencaricerah.com
belum LIVE sekarang, masih ada beberapa hal yang harus saya pelajari. Tapi daftar saja dulu. Nanti kalau sudah LIVE siapa tau teman-teman beruntung mendapatkan diskon khusus 🙂 )

Rekan-rekan Anda yang lain juga pasti memiliki pandangan lain.

Dengan bergabung di marketplace besar tersebut anda tidak hanya buat toko online gratis dan mudah tapi juga tidak perlu pusing untuk hal-hal teknis web online shop gratis seperti

    • Bikin skrip perhitungan ongkir barang
    • Bikin tampilan yang menarik calon pembeli
    • Bikin skrip proses cek out yang responsif
    • Bikin invoice elektronik untuk penjualan Anda
    • Dan lain sebagainya

Hal-hal diatas sangat diperlukan ketika saya membuat toko online gratis selamanya dengan cara membuat toko online gratis dengan wordpress.

Kalau Anda ingin membuat toko online dengan wordpress.com maka Anda harus membeli paket bisnis.

Nanti anda tidak hanyak mendapatkan hosting yang besar tetapi juga nama domain.

Investasi Anda untuk membeli paket plan bisnis cukup besar. Tapi sebanding dengan kenyamanan untuk kelola toko sendiri.

Ibaratnya Anda mempekerjakan karyawan wordpress sebagai karyawan Anda sendiri. Tugasnya khusus untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis website yang Anda tidak punya pengetahuan tentangnya.

Langkah ini lebih baik di banding membuat toko online gratis di blogspot. Atau Anda bisa membuat toko online gratis di facebook. Cara membuat toko online gratis di facebook pum bisa Anda praktekkan. Caranya:

    1. Buat facebook fanpage
    1. Undang teman-teman Anda untuk bergabung di fanpage facebook yang baru tersebut, setelah itu
    1. Aktifkan fitur toko di fanpage tersebut

Jadi dari pembahasan diatas saya menyimpulkan kalau buat toko online gratis selamanya itu tidak bisa.

Kalau teman-teman punya pengalaman buat toko online gratis selamanya dimana domain TLD diberi gratis bukan subdomain dan hosting gratis dan kapasitas cukup besar, tolong berbagi dengan saya di kolom komentar.

JNE Tracking Stuck? Segera Laporkan ke Customer Service (UPDATE)

Sebagai seorang seller di tokopedia.com (dan buyer juga) selama beberapa bulan ini, hampir selalu saya menggunakan jne tracking untuk memantau pengiriman barang.

Selama itu saya tidak pernah mendapatkan permasalahan yang berarti dari pelayanan JNE. Hingga beberapa hari yang lalu.

Ketika saya akan melakukan promosi toko dan barang dengan aplikasi tokopedia, tiba-tiba saya mendapatkan notifikasi pusat resolusi. Buyer saya meminta untuk cek pengiriman buku yang saya jual melalui situs toped dan belum ia diterima.

Jadi kronologisnya begini:

Saya menjalankan bisnis dropship untuk sebuah penerbit di Yogyakarta.

Rencananya saya mau membuat sebuah website untuk bisnis dropship tersebut, tetapi karena satu dan lain hal, saya akhirnya memilih untuk menggunakan tokopedia.com sebagai media.

Baca: Mengaktifkan Kembali Akun Seller Tokopedia

Alhamdulilah keputusan saya membuka akun seller di marketplace yang masuk kategori Unicorn Startup tersebut berbuah manis.

Beberapa judul buku yang saya tawarkan melalui website tokopedia.com terjual.

Seperti yang saya sebutkan diatas tadi.

Dari sekian banyak pilihan kurir di tokopedia.com saya lebih condong menggunakan JNE dan selama saya menggunakan jasa kurir dari perusahaan kargo tersebut tidak ada masalah yang saya dapatkan.

Hingga beberapa Bulan Agustus 2017 lalu.

Ada seorang buyer yang tertarik pada salah satu judul buku yang terpampang di halaman tokopedia saya.

Singkat cerita setelah melakukan diskusi pendek user tersebut kemudian membeli sebuah buku yang saya jual secara dropship.

Pilihan kurir saya arahkan ke JNE dan si pembeli memilih menggunakan JNE Reguler.

Produk yang diminta pembeli langsung saya order ke supplier, dan suplier pun dengan cepat merespon pesanan yang saya lakukan.

Sebagai bukti pemrosesan suplier saya mengirimkan resi pengiriman paket JNE dan saya selalu memonitor status pengiriman melalui situs resmi JNE www.jne.co.id.

Saat saya mengakses jne tracking untuk pesanan buyer kali ini, saya merasa heran. Proses pengiriman yang biasanya sangat rinci kok tidak berubah?

pelacakan kiriman di situs jne
dok. pribadi

Saya pikir mungkin besok updatenya.

Namanya juga manusia, admin yang bertugas menginput proses perjalanan paket mungkin butuh istirahat.

Besoknya ketika saya kembali melacak pengiriman buku, hasilnya tetap sama.

Saya mulai was-was.

Salah saya adalah tidak langsung menghubungi penerbit yang mengirimkan buku untuk cek tracking jne yang saya temukan. Saya juga tidak menghubungi jne call center untuk menanyakan lebih lanjut temuan saya tersebut.

Tiba-tiba saya mendapatkan notifikasi dari aplikasi seller tokopedia. Buyer yang memesan buku saya meminta saya untuk mengecek pengiriman buku.

Wah, kok begini pikir saya.

Pusat Resolusi tokopedia merupakan ruang yang menakutkan untuk saya yang baru menjalankan bisnis dropship ini.

Pasalnya dari beberapa pengalaman seller yang masuk ke Pusat Resolusi reputasi toko dan seller bisa anjlok.

Sebagian kecil dari seller yang pernah masuk ke Pusat Resolusi tokopedia bahkan menyayangkan pihak tokopedia yang netral dalam bersikap meskipun sudah diberikan beberapa bukti pendukung yang membuktikan seller tidak melakukan kesalahan.

Untungnya untuk kasus saya, buyer tidak marah-marah. Cuma mengingatkan kalau tenggat waktu pengiriman makin dekat sedangkan posisi paket tidak berubah.

Saya langsung menyanggupi permintaan buyer tersebut.

Melalui JNE tracking saya kembali mengetahui kalau tidak ada perubahan status. Barang yang saya (baca: penerbit) kirim hanya terlacak sudah diterima oleh cabang JNE.

Selanjutnya tidak ada progres sama sekali.

Maka saya coba tanyakan ke grup telegram khusus seller tokopedia. Apa yang harus saya lakukan untuk melacak pengiriman saya. Saran yang diberikan salah seorang member adalah mengontak jne contact center melalui media sosial mereka, twitter.

Saya lakukan saran tersebut. Tapi jawabannya agak lama saya dapatkan. Itupun setelah saya mengontak nomor customer service JNE yang terdapat di website.

Karena saya baru kontak hari Senin, menurut customer service kepastian barang yang akan dikirim tercecer dimana baru akan saya dapatkan di hari Jumat.

Informasi ini saya sampaikan ke pihak buyer.

Saya juga memohon maaf karena usaha saya hanya mampu mendapatkan konfirmasi berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari customer service JNE.

Hampir setiap hari saya mention admin @JNECare di twitter menanyakan paket yang harusnya dikirim tetapi belum diterima oleh buyer.

Mungkin adminnya merasa bosan dengan mention-an saya.

Pasalnya banyak juga yang saya temui di timeline @JNECare para seller yang mempunyai permasalahan yang hampir sama.

masukkan resi jne dan captcha sebelum melacak pengiriman paket situs jne
dok. pribadi

Karena sudah lebih dari seminggu proses pengiriman paket saya belum beranjak dan juga pihak customer service JNE belum memberikan jawaban yang memuaskan, akhirnya saya menghubungi penerbit untuk mendapatkan penyelesaian terbaik untuk buyer.

Penerbit yang mendapatkan keluhan saya bersedia untuk mengganti dengan mengirimkan buku ke alamat buyer tanpa saya harus memesan kembali buku yang sama.

Besoknya saya pun mendapatkan informasi dari aplikasi seller tokopedia kalau buyer telah menyelesaikan komplainnya di pusat resolusi. Saya kaget sekaligus bersyukur.

Ternyata nomor resi pengiriman diganti oleh JNE dan bukunya sudah diterima oleh buyer.

pelacakan paket jne dengan nomor resi yang benar
dok. pribadi

Saya tidak mau tahu bagaimana caranya hingga nomor resi pengiriman bisa berubah secara tiba-tiba. Pastinya saya berharap kedepannya jika terjadi perubahan resi pengiriman sebaiknya JNE memberitahu konsumennya. Soalnya bagi pengusaha pemula seperti saya komplain konsumen bakalan jadi beban pikiran selama masalah tersebut belum diatasi.

Apalagi di marketplace besar seperti tokopedia dimana banyak saingan. Saya sebagai pendatang baru bisa bersaing jika reputasi sudah didapat tidak perlu mendapatkan goldstar, silver star saja sudah bikin saya pede untuk men-serius-i aktifitas baru ini.